Ingin Kuliah di Belanda dengan Beasiswa Stuned? Simak Tips Berikut Ini!

holland

 

“Jangan menyerah sebelum bertempur!! Kerja keras, kerja cerdas dan kerja ikhlas

StuNed (Studeren in Nederland) adalah program beasiswa yang diberikan oleh pemerintah Belanda kepada para mid-career professional Indonesia sebagai bagian dari bentuk kerjasama bilateral antara pemerintah Belanda dan Indonesia.

Program StuNed merupakan bagian dari kebijakan kerja sama pembangunan pemerintah Belanda yang bertujuan untuk mendukung pencapaian “UN Millenium Development Goals” pada tahun 2015. Kerangka kerja sama bilateral dengan Indonesia tercantum dalam Multi-Annual Policy Framework 2012 – 2015 yang memiliki 5 bidang yang diprioritaskan yaitu manajemen air (water management), ketahanan pangan (food security), sektor ekonomi (economy sector), sektor judisial (judicial sector), dan hak asasi manusia (human rights).

Program StuNed menitikberatkan pada pengembangan dan penguatan kapasitas institusi dalam rangka mendukung kelima bidang tersebut di atas.

Bila anda berniat mendapatkan beasiswa ini, saya informasikan pendaftaran sudah dibuka kembali.

Sebagai penerima Beasiswa Stuned di tahun 2003-2005, kami betul-betul bisa menjelajahi Benua Eropa. Berbagai kota di Jerman, Belgia, Prancis dengan keindahan Paris-nya merupakan target realistis penjelahan kami di Eropa. Kota-kota di Belanda sendiri juga sangat indah, misalnya Amsterdam, Den Haag, Utrecht, Maastricht, Groningen, dan sebagainya.

 

Masih ingat dulu pertama kali merasakan salju, dan dihantam badai salju yang dinginnya membuat kangen hingga kini. Banyak pelajaran, suka-duka yang menempa kami selama di sana.

 

Perjuangan untuk mendapatkan beasiswa tersebut juga penuh kenangan dan perjuangan. Tidak mudah, namun bukan sesuatu yang mustahil bagi anda semua apabila semua betul-betul dipersiapkan dan dilakukan dengan fokus dan penuh komitmen.

 

Jangan menyerah sebelum bertempur!! Kerja keras, kerja cerdas dan kerja ikhlas.

 

Selama di Belanda, saya bertemu dengan teman-teman baru sesama penerima Beasiswa Stuned, berasal dari berbagai kalangan dan dari berbagai negara. Yaitu, sesama dosen, pegiat NGO, peneliti di pusat penelitian, karyawan swasta, dsb. Bisa anda bayangkan, orang-orang dari berbagai kalangan bisa mendapatkan beasiswa ini, tidak hanya dosen saja yang bisa.

 

Jadi, saya sangat merekomendasikan anda untuk memiliki mimpi dan berusaha mendapatkannya. Anda berminat mencobanya kan? Silakan telusuri tips dan pengalaman berikut ini.

 

Berikut step-step yang bila anda berhasil lalui, maka saya yakin tahun depan anda berangkat ke Belanda melanjutkan studi dibiayai oleh beasiswa Stuned. Atau, anda bisa mulai mencicil tahapan-tahapan upaya pada tahun ini dengan keyakinan berangkat ke Belanda pada tahun 2016.

 

Target Pertama : Pastikan TOEFL/IELTS

Ini adalah syarat yang menjadi kunci kotak pandora. Tanpa yang satu ini, anda sangat sulit untuk berkutik dalam perburuan beasiswa studi ke Belanda ini. Bahkan sulit berkutik pula dalam perburuan beasiswa studi ke negara-negara lain. Contohnya USA, Australia, New Zealand, bahkan ke negara-negara Asia seperti Jepang, Korea, Singapura, serta China pun juga mempersyaratkan kemampuan Bahasa Inggris yang cukup tinggi.

 

Contoh Pengalaman: saya kenal banyak dosen yang sudah berhasil mendapatkan calon profesor di universitas LN, yang artinya: proposal riset sudah direstui profesor/calon supervisor namun tetap belum bisa bergerak lebih jauh karena masih berkutat dengan perjuangan klasik yang satu ini, yaitu memastikan nilai TOEFL atau IELTS sesuai standar minimal. Jadi, hingga kini mereka sudah ditunggu-tunggu oleh profesor calon supervisor mereka, namun mendaftar ke program studi saja masih belum bisa.

 

Berikut adalah kutipan persyaratan terkait kemampuan Bahasa Inggris untuk Stuned, diambil dari

http://www.nesoindonesia.or.id/beasiswa/stuned.

 

Certificate copy of `TOEFL Internet-Based Test Examinee Score Report’ minimum 80 or `International English Language Testing System Test Report Form (IELTS Report Form)’ minimum score 6

 

Kalau saat ini anda berniat memulai (bulan November) sebenarnya sudah agak mepet waktunya bila kemampuan English anda masih jauh dibawah standar. Misal IELTS di kisaran 4.0 atau 4.5, atau TOEFL-Like 450-an. Karena batas minimalnya adalah TOEFL 550. Kondisi saya pada saat itu, TOEFL-Like di sekitar 490an. Kalau anda merasa seperti saya pada saat itu, yang harus dilakukan adalah ambil kursus singkat super intensif di pusat pelatihan bahasa yang juga menyelenggarakan tes TOEFL/IELTS yang diakui secara internasional. Semoga mereka masih menyelenggarakan pelatihan dengan kisi-kisinya agak mirip dengan tes sesungguhnya. Cobalah untuk fokus dan konsentrasi tingkat tinggi minimal selama satu bulan penuh. Kalau perlu, selama kursus singkat tersebut anda hanya berbicara, berpikir, marah, berceloteh, bahkan mimpipun nglindur-nya in English. Harap diingat, hasil tes akan keluar dalam waktu beberapa minggu. Mulai hitung mundur waktunya sejak batas akhir pendaftaran Stuned.

 

Selama memperjuangkan skor TOELF/IELTS, lakukan pencarian program studi yang cocok dengan bidang anda. Google bisa menjadi teman setia dalam masa pencarian tersebut. Universitas-universitas di Amsterdam, Enschede, Groningen, Delft, Eindhoven, Maastricht, atau Utrecht bisa menjadi pilihan menarik karena kotanya relatif besar. Namun kota kecil semacam Wageningen bisa juga menarik, karena disana mahasiswa asing dulu bisa mendapatkan part-time job.

Perhatian: Tidak hanya universitas yang bisa dipilih, bisa juga memilih Sekolah Vokasi / Politeknik mereka yaitu Hogeschool. Di kota-kota besar tersebut biasanya ada Hogeschool yang kualitas pendidikannya juga tinggi.

 

Secara paralel seiring dengan perjuangan skor English, lakukan penerjemahan resmi terhadap ijazah, transkrip, akte kelahiran, buku nikah (bagi yang sudah menikah). Serta pastinya anda harus segera membuat paspor.

 

Singkat cerita, akhirnya saya berhasil mendapatkan skor IELTS 6.0, saya akhirnya memutuskan untuk fokus pada IELTS.

 

Target Kedua: Cari universitas/hogeschool di Belanda dan dapatkan ADMISSION LETTER atau Surat Penerimaan dari mereka sebagai calon mahasiswa.

 

Setelah berhasil mengamankan TOEFL/IELTS, maka kotak pandora semakin terbuka. Lansung saja digunakan mendaftar ke program study hasil pencarian anda bersama teman setia kita (google.com) tadi. Biasanya disertai dengan dengan Ijazah, Transkrip Nilai, Recommendation Letter dari dosen pembimbing tugas akhir, Recommendation Letter dari atasan, dan sebagainya.

Dokumen aplikasi yang dipersyaratkan masing-masing kampus tidak selalu sama tapi pasti mirip-mirip. Harap diingat pula, mereka butuh waktu untuk membuat keputusan terhadap hasil penilaian/assessment aplikasi pendaftaran anda, dan butuh waktu mengirimkan Admission Letter ke Indonesia. Tapi versi scan-nya juga bisa digunakan bila memang sudah kepepet.

Artikel ini tidak secara spesifik membahas tentang bagaimana mendaftar dan mendapatkan program studi.

 

Namun link berikut ini bisa berguna bagi anda untuk memilih program studi di Belanda.

 

http://www.nesoindonesia.or.id/pilihan-studi

 

Lebih dari 2.100 program studi yang diajarkan dalam bahasa Inggris

Dalam database pencari program studi tersebut, Anda akan menemukan lebih dari dari 2.100 program internasional yang seluruhnya diajarkan dalam bahasa Inggris, mulai dari seminar pelatihan singkat hingga program gelar sarjana dan master penuh.

 

Target Ketiga: Silakan go ahead melengkapi persyaratan-persyaratan yang dibawah ini (setelah kedua target sebelumnya berhasil anda selesaikan)

 

  • Curriculum vitae, see format on website http://www.nesoindonesia.or.id;
  • Copy SK for government officials or ‘kontrak kerja’ for others;
  • Legalized copies of original diplomas and transcripts;
  • Copy of KTP or copy of passport
  • One recent photograph (3×4; colour)

 

Kalau saya jadi anda, tidak ada salahnya ditambah dengan beberapa surat rekomendasi (recommendation letter) dari profesor pembimbing tugas akhir, dan dari profesor atau orang yang sudah terekognisi di dunia internasional. Tantangannya: anda harus bisa meyakinkan para profesor/orang penting tersebut agar mau bersaksi dalam surat dan merekomendasikan anda. Harus ada orang penting yang betul2 kenal anda dan kiprah anda selama ini. Kebetulan saya dulu berhasil mendapatkan beberapa surat rekomendasi dari dua orang profesor dan satu dari dekan fakultas tempat saya bekerja/mengajar. Isinya harus sangat meyakinkan tapi singkat saja, cukup satu halaman.

 

Serta ditambahkan pula: Proposal riset

Meski ini bukan merupakan keharusan, tapi bila ada maka akan lebih meyakinkan. Namun harap anda sadari, effort-nya tidak ringan untuk mempersiapkan proposal riset yang baik.

Bisa dikatakan proposal ini sebagai calon Tugas Akhir. Serta tunjukkan bahwa anda berniat juga untuk mempublikasikan riset ini kelak. Pastikan proposal tersebut memenuhi kaidah2 akademik seperti mencantumkan referensi, alur proposal yang baik, konten akademik yang baik, menggunakan bahasa inggris yang benar, dan sebagainya.

 

Lalu untuk ijazah dan transkrip, ya IPK sebaiknya yang (cukup) tinggi. Faktor IPK jelas menjadi concern sangat penting. Meski bukan menjadi penentu akhir dan utama. Tapi apabila IPK nya dibawah 3,0 maka harus memiliki Faktor-X lain yang betul-betul kuat untuk meyakinkan komite seleksi. IPK Diploma-3 saya : 3,16, sedangkan IPK S-1 saya: 3,16 (kebetulan sama). IPK sekian pada jaman dulu bukan the best-nya se-angkatan, tapi diatas rata-rata kelas.

 

Kembali mari kita cermati syarat-syarat diatas. Diantara semuanya, saya perkirakan CV yang paling memungkinkan untuk di-maksimalisasi. Maksudnya, boleh anda make-up sebagus-bagusnya. Tapi tidak boleh dibuat-buat, bertele-tele, apalagi tidak jujur atau fakta palsu. By the way, silakan anda download CV tersebut, silakan cek, tidak semua item yang bisa di-make-up.

 

Oke, tentang CV. Bagaimana membuat dan menyajikan CV yang powerful dan meyakinkan?

 

Untuk Stuned ini, sudah ada format standarnya. Tinggal diunduh dari internet dan bagaimana anda mengisinya. Silakan telusuri link dibawah ini:

http://www.nesoindonesia.or.id/beasiswa/stuned

 

Bila diamati, dari semua yang harus diisi:

Objective,

Personal Information,

Work Experience,

Education Background,

Training Course-Seminar & Publication,

Personal Skill & Competences,

Awards and Achievements in related Field).

 

Dari semua yang harus diisi, most likely anda bisa melakukan berbagai penajaman pengisian informasi di beberapa aspek, yaitu: Objective, Work Experience, Training Course/Seminar&Publication, dan Personal Skills & Competences. Aspek-aspek lainnya lebih merupakan fakta tulen yang agak sulit di-make-up. Jadi sadar kan, betapa pentingnya aktif berkegiatan di luar kuliah.

 

Objective

Saya dulu mengisinya dengan alur konten sebagai berikut:

  1. Menjelaskan tujuan besar dalam hidup ini untuk memajukan kualitas SDM bangsa di tengah era globalisasi, sehingga ingin belajar atau studi lanjut ke Belanda (karena Belanda memiliki kualitas pendidikan yang baik) serta ingin belajar tentang bagaimana Belanda bisa menjadi negara maju (di bidang ekonomi, teknologi, budaya, olahraga, dsb), dan bagaimana Belanda bisa sangat survive di era/persaingan global.
  2. Mengkaitkan bidang ilmu yang ingin dipelajari di Belanda akan mendukung tujuan tersebut.
  3. Keyakinan mampu menyelesaikan studi di Belanda (didasari oleh prestasi/capaian akademik dan non-akademik selama menempuh S-1). Karena untuk survive di sana, tidak hanya butuh kemampuan akademik tinggi namun juga kemampuan non-akademik serta communication skills dan kemampuan bergaul yang tinggi pula.
  4. Rencana kongkret setelah menyelesaikan studi di Belanda, anda mau kemana? Mau melakukan apa? Yang jelas, harus punya rencana besar berkiprah dan bermanfaat bagi masyarakat luas. Saya mengisinya dengan berniat kembali bekerja di kampus, mendidik anak-anak bangsa, berbagi ilmu, pengalaman serta inspirasi yang didapatkan selama di Belanda, melakukan penelitian-penelitian terapan serta melakukan kegiatan-kegiatan pengabdian masyarakat.
  5. Khusus untuk anda, harus mengkaitkannya dengan 5 bidang yang diprioritaskan yaitu manajemen air (water management), ketahanan pangan (food security), sektor ekonomi (economy sector), sektor judisial (judicial sector), dan hak asasi manusia (human rights).

 

Work Experience

Sebutkan lengkap, disertai dengan deskripsi pekerjaan secara detil. Dimulai dari pekerjaan pokok, sampai dengan pekerjaan/project lainnya.

Saya dulu mengisinya lengkap termasuk pengalaman part-time job. Saya juga ingat, dulu juga mencantumkan pengalaman saya bersama teman-teman mencoba mendirikan sebuah pabrik atau industri kecil memproduksi traktor mini. Waktu itu, saya juga menyertakan beberapa lembar rancangan/desain traktor mini kami beserta deskripsi umumnya. Project industri kecil traktor mini ini bisa dikaitkan 5 bidang prioritas diatas. Satu lagi, pengalaman mendirikan beberapa program training/short-course yang diselenggarakan untuk umum. Saya sertakan beberapa brosur berisi paket-paket training yang sudah saya cetak dan disebarluaskan, disertai penjelasan tentang deskripsi umumnya.

 

Training Course/Seminar&Publication

Berikutnya, untuk yang ini anda harus sebutkan dan jelaskan detil, plus disertai foto kopi sertifikatnya. Bila anda sudah memiliki publikasi, itu lebih baik. Terutama bagi yang bekerja sebagai dosen atau peneliti. Bila anda memiliki publikasi di jurnal nasional, atau pernah ikut seminar ilmiah nasional, maka jangan lupa paper atau prosiding-nya diterjemahkan ke dalam Bahasa Inggris.

 

Personal Skills & Competences

Nah, yang satu ini anda harus betul-betul mampu menyajikan sebaik-baiknya. Berikut sub-bagian yang harus diisi:

– Language other than English and Mother Tongue

– Organization skills and Competence

– Computer Skills

– Interpersonal

 

Isian tersebut most likely bertujuan untuk menggali potensi dan kedalaman soft-skill anda (Leadership, Communication skill, Teamwork, kesiapan menghadapi dunia global, Karakter plus-minus, Vision, dsb).

 

Isian pada kolom Organization skills and Competence dan Interpersonal akan meneropong bagaimana anda aktif di organisasi mahasiswa atau masyarakat, serta bagaimana peran dan komitmen anda pada kegiatan di dalamnya. Bukti-bukti atau fakta-fakta apa dari keaktifan anda di organisasi tersebut, yang membuat anda yakin bahwa anda telah berbuat sesuatu dan kemanfaatan bagi kemahslahatan. Lalu, softskill apa yang berhasil anda tingkatkan dari keaktifan tersebut, yang membuat anda menjadi lebih “lengkap” tidak sebatas pada kemampuan akademik/kognitif semata. Yaitu bagaimana anda memimpin tim, bekerja sama dengan rekan se-tim, berkomunikasi efektif dalam hirarki tim, bagaimana mengatasi masalah yang timbul (problem solving) bersama-sama dengan rekan-rekan lainnya, dan sebagainya.

Sedikit tips untuk computer skills, anda bisa sertakan sertifikat training atau karya anda di bidang TIK. Bahkan sebagai blogger-pun menurut saya tidak ada salahnya disertakan pula. Namun perlu dijelaskan mengenai konsep konten blog anda.

Pada prinsipnya, anda harus all-out dalam memperjuangkan sesuatu. Gali dalam-dalam informasi tentang anda, lalu cantumkan dalam CV.

Saya mendoakan semoga anda sukses mewujudkan cita-cita besar dan penuh kemanfaatan bagi masyarakat luas. Amin

 

 

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s